SELAMAT DATANG

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Tangerang Selatan, Jl. Siliwangi, Ruko Pamulang Permai I Blok SH7 No.8, Pamulang - Kota Tangerang Selatan, Telp: (021) 741 3709

Apel Siaga Pemilu Legislatif

Ikrar Tertib Kampanye Legislatif (29/1) di ikuti oleh peserta dan penyelenggara Pemilu 2014 di Kota Tangerang Selatan.

Panwaslu Goes to Campus

Dalam optimalisasi Pengawasan Pemilu Legislatif di Kota Tangerang Selatan, Panwaslu menggandeng Unsur Mahasiswa.

Optimalisasi Sentra Gakkumdu

optimalisasi penanganan tindak pidana Pemilu, dalam Pileg dan Pilpres 2014. Anggota Sentra Gakkumdu diharapkan dapat mewujudkan penegakan hukum yang terpadu, efektif, cepat, dan tidak memihak.

Sabtu, 19 Juli 2014

Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pilpres KPU Banten Dijaga Ketat

SERANG - Rapat pleno rekapitulasi suara Pilpres 2014 KPU Provinsi Banten di Hotel Le Dian, Kota Serang, Sabtu (19/7/2014) dijaga ketat oleh pihak kepolisian dan TNI.

Tamu undangan yang memasuki area rapat diperiksa menggunakan pendeteksi logam (metal detector) di lantai bawah dan di pintu masuk ruang rapat pleno. Tamu undangan dari unsur partai politik, KPU Kabupaten/kota, Panwaslu kabupaten/kota, saksi-saksi dari pasangan calon pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 2, serta perwakilan parpol. Rapat pleno juga dihadiri unsur pemerintah Pemprov Banten, Komnas HAM RI, Kepala Satpol PP Banten, BIN perwakilan Banten, Dangrup 1 Kopassus.

Polda Banten menerjunkan sekira 700 personil yang terdiri atas 350 personil Polda Banten dan 350 personil Polres Serang. "Kita siap amankan pengamanan supaya sidang aman dan tertib. Setelah itu, kita juga akan kawal hasil pleno ke KPU RI. Supaya hasil sidang pelno tidak ada hambatan, sabotase, atau ancaman yang dicurigai dan hal yang tidak diinginkan," jelas Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Agus Krisdiyanto. (Wahyudin)

Jumat, 18 Juli 2014

Pemilih tambahan di Tangsel 45 ribu, kubu Prabowo minta PSU

MERDEKA.COM. Kubu pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 1, Prabowo-Hatta Rajasa menolak hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilpres 2014 tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Bahkan, kubu Prabowo mendesak Pemilihan Suara Ulang (PSU) di kota tersebut.

Desakan PSU ini, menyusul maraknya dugaan kecurangan pada proses pemungutan suara Pilpres 2014 di Tangsel. Khususnya, soal tingginya jumlah Daftar Pemilih Khusus Tambahan (DPKTb) yang dinilai melebihi batas normal.

"Pelaksanaan pemungutan suara di Tangsel banyak kecurangan. Kami menolak hasil pleno dan mendesak KPU melaksanakan PSU di Kota Tangsel," kata perwakilan kubu capres nomor urut 1, Muhammad Lutfi saat pelaksanaan rapat pleno rekap suara tingkat Kota Tangsel di Serpong, Kamis (17/7).

Melihat tingginya jumlah DPKTb yang mencapai 45 ribu lebih, Luthfi menilai adanya dugaan mobilisasi massa bagi pasangan nomor urut 2 Joko Widodo-Jusuf Kalla. Bahkan diakuinya, ada salah satu TPS yang jumlah DPKTb-nya mencapai 100 pemilih.

"Kami minta KPU laksanakan rekom Panwaslu yang meminta KPU membuka form C7. Karena sesuai dengan temuan kami dan Panwaslu Kota Tangsel dan sudah dilaporkan ke KPU, ada ratusan TPS yang bermasalah," tegasnya.

Sementara di kubu pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 2, menerima hasil rapat pleno penghitungan suara Pilpres 2014 tingkat Kota Tangsel. Terlebih, di Kota Tangsel jumlah perolehan suara pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, melebihi jumlah pasangan Prabowo-Hatta.

Terkait penolakan hasil pleno oleh kubu Prabowo, perwakilan kubu capres no urut 2, Ribka Tjiptaning menilai hal itu sah saja, lantaran merupakan hak setiap orang. "Ini soal kematangan berdemokrasi. Kalian bisa menilailah," tandasnya.

Menurut Ribka, saksi-saksi di lapangan harus dihormati lantaran mereka sudah membubuhkan tanda-tangan tanda persetujuan penghitungan suara di tingkat TPS. "Kalau seperti ini, berarti tidak ada penghargaan bagi saksi-saksi di TPS," tegasnya.

Menanggapi penolakan dan permintaan PSU, anggota KPU Kota Tangsel Badrussalam mengatakan sebagai penyelenggara pemilu, KPU mempersilakan kepada tim sukses Prabowo-Hatta untuk mengisi formulir keberatan (DB-2).

"Tapi, kami sebagai penyelenggara tetap mengesahkan hasil rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara untuk kemudian diserahkan ke KPU Provinsi Banten," katanya singkat.

Untuk diketahui, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla meraih suara sebanyak 359.788 atau 51,70 persen. Sementara untuk pasangan Prabowo-Hatta meraih suara sebanyak 336.141 atau 48,3 persen. Dengan total suara sah sebanyak 695.929 dan jumlah DPT sebanyak 1.017.199 suara.

Rekapitulasi Pleno KPU Kota Tangerang Selatan

Tangerang Selatan, Pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla unggul dalam perolehan suara di Kota Tangerang Selatan, Banten, dibandingkan Prabowo - Hatta.

Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara, Jokowi - JK meraih 359.778 suara dan Prabowo - Hatta mendapat 336.141 suara.

Jumlah partisipasi pemilih yakni 702.478 orang dengan rincian suara sah 695.929 suara dan suara tidak sah yakni 6.549 suara. Sedangkan DPT di Kota Tangerang Selatan yakni 1.017.116 pemilih.

Kamis, 17 Juli 2014

Penyebab PSU, Ada 173 “Pemilih Siluman” di Tangerang

Kabar6-Ketua Bawaslu Banten, Pramono U Tantowi, mengatakan wilayah Tangerang memang sering terjadi kesalahan. Baik itu dari Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS)-nya dan banyak pula warga pendatang sehingga tidak mempunyai identitas setempat.

"Tangerang kita tahu merupakan daerah urban dan banyak pendatang. Mereka terutama dari buruh dan pekerja informal lainnya. Rata-rata mereka tidak membawa A5," terangnya, Selasa (15/7/2014).

Menurutnya, TPS yang akan melaksanakan PSU yakni TPS 28, Kelurahan Paku Jaya, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang, dan TPS 20, Pondok Pucung, Kota Tangerang.

Di TPS 28 sebanyak 82 pemilih di Daftar Pemilik Khusus Tambahan (DPKTB) tidak menyertakan salinan fotokopi KTP. Sementara di TPS 20 terdapat 91 pemilih dalam DPKTB ber-KTP di luar daerah dan tidak sesuai domisili

"Yang terjadi di dua TPS, umumnya banyak kesalahan administrasi yang tidak mempunyai identitas. Kami sudah merekomendasi untuk dilakukan PSU di dua TPS," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Muhamad Subhan, memastikan bahwa undangan C6 sudah disebar ke ratusan pemilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 28 Paku Jaya, Kecamatan Serpong Utara. Di lokasi itu besok bakal digelar Pemungutan Suara Ulang (PSU).

“Hari ini undangannya sudah dibagikan ke warga yang memiliki hak pilih,” katanya. Menurutnya, undangan dibagikan sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 28.

Subhan bilang, jumlah DPT di TPS 28 terdiri atas 665 pemilih laki laki dan 332 orang perempuan. Sedangkan pelaksanaan PSU digelar besok mulai pukul 07.00-13.00 WIB.

Pada TPS 28 di RT 01-04 RW 11 direkomendasikan Badan Pengawas Pemilu (Banwaslu) Banten untuk digelar PSU karena terdapat pemilih siluman dari luar warga Tangsel yang membawa KTP tanpa disertai Formulir A5




“Ada 9 KTP dan 1 formulir A5 yang dari luar Tangsel tidak diberikan C6,” bilangnya didampingi Ketua KPPS TPS 28 Epril Tuasibuan.